Journal, Stories, Travel Photos, & VR360°

Me ke aloha pumehana

Sore itu sore yang biasa di Bali. Saya dan Nyimas yang baru saja satu bulan menginap di Pulau Banda, layaknya turis pada umumnya pergi ke pantai-pantai tersohor di barat Bali membunuh waktu, merekam sore dengan semua perangkat kamera yang ada.  Petitenget pantai favorit kami karena sering digunakan oleh masyarakan Hindu Bali untuk bersembahyang, dan beberapa kali kami memotret mereka yang sedang melangsungkan upacara keagamaan.

Air memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Hindu, terlebih air laut. Mereka percaya air laut dapat menyembuhkan penyakit dan meluruhkan energi negatif yang ada dalam diri manusia. Petitenget pantai yang merupakan salah satu pantai terbuka untuk semua kalangan dan juga yang tidak dimiliki oleh hotel-hotel atau resort mewah di kawasan Seminyak, hampir setiap hari dipadati turis lokal, mancanegara, maupun masyarakat sekitar.

Sore itu ada yang menarik perhatian saya ketika seorang bapak tua mulai mandi dipantai ditemani istri, anak, dan cucunya. Mereka berendam, berpijat pasir di pantai yang sedang surut kala itu. I see nothing but love when saw he bathed and wrapped by the wife.

All photo taken using Nikon FM2N with Fuji Velvia 100 Expired, Developed by Hipercat Lab

Advertisements

One response

  1. tengkurap di pantai, selo, santai

    April 18, 2017 at 15:13

Leave your Thought..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s