Journal, Stories, Travel Photos, & VR360°

Travelling & Photography

 - Danar Tri Atmojo - nnkq.wordpress.com

Rating 2 hal ini sedang diatas puncak sepuluh tahun terakhir. Ketika satu atau lebih manusia pergi ke suatu tempat, foto dan piranti perekamnya adalah hal paling dasar dan mungkin nomor satu yang akan mereka siapkan, ditambah muncul anekdot yang menjelaskan kalau jalan-jalan ga ada foto = hoax.

Era “Digital Book” seperti sekarang ini memudahkan manusia untuk mendapatkan piranti perekam cahaya dari tingkat bawah sampai tingkat atas. Munculnya media sosial yang memamerkan hasil jepretan makin marak dan sedang dipuncaknya juga. Dari telepon genggam, mirrorless cam, hingga Digital SLR cam sudah bukan barang mahal. Semua punya, semua bisa, everyone could be photographer now.

Gw berani bertaruh, ga ada pejalan di era sekarang yang ga punya kamera. Itu hal wajib kudu harus punya atau minimal bawa saat travelling. Menurut statistik aplikasi foto instan berbasis smartphone, Instagram hampir 3juta foto diunggah setiap harinya. Menegaskan kalimat diawal “everyone could be photographer” atau beberapa orang bilang “just camera owner not photographer” you choose ✌️.

Dan pertanyaan muncul: berakhir bagaimana foto lo? Gimana siklus hidup foto lo? Dicetak? Atau hanya berakhir teronggok di sudut sektor byte hardisk? For myself, I haven’t found the answer yet.

Salam.

Advertisements

Leave your Thought..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s