Journal, Stories, Travel Photos, & VR360°

Sempu – The Hidden Paradise

Segara Anakan Pulau Sempu

Setiap orang pasti mengenal dan sebagian mungkin tergila-gila [termasuk gw] dengan indahnya sebuah pantai berpasir putih, hangatnya sinar matahari di pagi hari dan indahnya saat “dia” turun, serta terang bulan dimalam hari.

Untuk sebagian orang yang tinggal di perkotaan mungkin hal-hal seperti itu sulit ditemukan karena sudah ditutupi oleh asap-asap pabrik, kendaraan, sampah yang bersandar dipinggir pantai, atau mungkin awan-awan yang menggelap karna tertutupi oleh polusi. Untuk mendapatkan keindahan seperti diatas, banyak daerah-daerah di INDONESIA yang menawarkan keindahannya yang mungkin tidak bisa dinilai dengan lembaran rupiah.

Coba kita tengok` beberapa tempat [dalam hal ini pantai] yang sudah tersohor di bumi pertiwi kita ini :

* Pulau Bali : Pantai Kuta, Pantai Nusa Dua, Pantai Lovina, Pantai Dreamland, Pantai Balangan, Pulau Nusa Penida, dan banyak lainnya
* Nusa Tenggara Barat [Pulau Lombok] : Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Gili Air
* Nusa Tenggara Timur : Alor [dengan pesona bawah lautnya], Pulau Komodo
* Jakarta : Kepulauan Seribu
* Sulawesi : Taman Nasional Bunaken]
* Sumatera : Kepulauan Mentawai, Bangka Belitung, Pulau Weh [Sabang]
* dan masih banyak lagi.

Mungkin beberapa daftar diatas hanya sebagian kecil dari ribuan kilometer garis pantai di INDONESIA yang memiliki keindahan tak ternilai.

Beberapa saat yang lalu tepatnya [hari pertama Idul Fitri 1930 H] gw dengan 6 orang temen gw coba mendatangi sebuah pulau yang berada di sebelah selatan kota Malang, tepatnya di Sendang Biru – Tambak Rejo Kecamatan Sumber Manjing, Kabupaten Malang yaitu pulau Sempu. Pulau yang mempunyai luas 877.0 ha ini hanya berisikan hutan hujan tropis yang ditempati oleh beberapa spesies primata.

Kami memulai perjalanan dari Jakarta dengan tujuan Pulau Sempu, tetapi kami tidak langsung menuju kesana tetapi kami juga transit dibeberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, menggunakan kendaraan Vespa milik kami [Vespa Sprint 1974, Vespa Sprint 1977, Vespa 150 1965, dan Vespa Super 150 1977]. Tujuan utama perjalanan ini adalah untuk mengetahui lebih dalam akan alam-alam INDONESIA yang memang belum kami ketahui sebelumnya.

6 dari 7

Pada hari pertama kami berangkat dari Jakarta pada tanggal 21 September 2009 [tepat pukul 00.00]. Kami memilih jalur pantai utara jawa [pantura] untuk menghemat waktu kami. Destinasi awal kami yaitu kota Solo yang kebetulan 2 orang dari kami [termasuk gw] mempunyai keluarga disana, dan satu malam pun kami habiskan di Solo.

Hari Kedua [22 September 2009 15.00 WIB] kami melanjutkan perjalanan menuju Jawa Timur. Kami melalui jalur tengah dari Solo yaitu, Karanganyar [Tawangmangu-Jawa Tengah] – Magetan – Maospati – Madiun – Caruban – Nganjuk – Loceret – Papar – Pare – Kandangan – Pujon – Batu – Malang.
kota pertama yang kami temui setelah Solo yaitu Kabupaten Karanganyar. Karanganyar merupakan Kabupaten yang berada di bawah kaki Gunung Lawu [3250mdpl]. Kami melewati Kaki gunung lawu atau tepatnya pos pendakian pertama menuju puncak gunung lawu yaitu Cemoro Sewu. Kami tidak melewatkan untuk menikmati sate kelinci disana. Dinginnya udara, kencangnya angin, gelapnya jalanan, tidak menyurutkan nyali kami. Walaupun ada salah satu dari kami yang phobia terhadap jalan menurun [Delz latian lagi lau.. :D]. Jalanan didominasi oleh jalanan menanjak tajam [hingga +- 45derajat] [dari arah Tawangmangu-Karanganyar-Jawa Tengah]. Dikaki gunung lawu terdapat perbatasan Propinsi antara Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan kotanya yaitu Magetan.

Perjalanan sebagian besar kami lewati dimalam hari karena memang vespa kami mencapai performa terbaik disaat malam hari, dan juga karena memang waktu tidur kami sudah tidak seperti biasanya [mungkin seperti kalong, tidur disiang hari dan beraktifitas di malam hari].
Di jawa timur [setelah Loceret & saya lupa nama daerahnya] kami melalui jalur yang belum pernah kami temui sebelumnya. Kami menyebrangi Sungai [kalo ga salah sungai brantas] dimana kami menggunakan alat transportasi sederhana yaitu kapal getek [terbuat dari kayu dan bambu]. kapal itu menyebrangi kendaraan [hanya kendaraan roda dua] dari satu sisi ke sisi lainnya hanya dengan bertarifkan Rp.1000/orang. derasnya arus sempat menyiutkan nyali kami. tapi kami menanamkan asumsi di otak kami “GW BISA, GW GA TAKUT” agar smua itu dapat berjalan dengan lancar. setelah disebrangkan oleh bapak-bapak pemilik kapal [+- 200m lebar sungai] kami sampai disisi sebelah timur sungai [masuk kedalam kabupaten KEDIRI].

setelah perjalanan malam yang melelahkan, sampai lah kami di Kota Batu [pagi harinya 23 September 2009]. Sejenak kami melepaskan lelah di sebuah warung di pinggir jalan sambil menikmati indahnya kota Batu dari ketinggian, segelas susu murni, dan juga sebungkus rokok.. Benar-benar kota yang indah [tidak seperti kota tempat kami tinggal, penuh polusi, Macet, dan hiruk pikuk kota].

Siang harinya kami transit di sebuah rumah teman [Ary Boker]. kebetulan teman tersebut sedang ber-Lebaran dengan keluarganya di Malang. kami dijamu layaknya Tamu penting. padahal mah kami hanya segerombolan anak-anak norak dan urakan yang hanya ingin sekedar melepas lelah dan meluruskan punggung setelah semalaman bawa motor.
Di Malang kami bermalam di tempat Ary Boker. Diajaknya kami putar-putar kota Malang yang dingin [karena dikelilingi oleh beberapa gunung], dan tidak lupa menikmati sepiring Nasi Goreng Jawa [Mak`nyus Bray]..

Pagi Harinya [24 September 2009] kami melanjutkan perjalanan menuju “Main Destination” kami, yaitu pulau sempu. Hanya memerlukan 2 sd 3jam perjalanan [Malang – Bululawang – Krebet – Turen – Sitiarjo – Sendang Biru].
sebelum masuk ke pantai sendang biru, kami harus membayar retribusi oleh dinas pariwisata setempat. per orang dikenakan Rp.2000 dan untuk sepeda motor dikenakan Rp.4000.

ada sedikit trik masuk ke daerah pantai sendang biru, klo buat kalian yg mau dateng dan menggunakan kendaraan pribadi, klo bsa dateng malam atau subuh sudah sampai di sendang biru. krna dengan begitu kalian ga dikenakan charge retribusi :D.

Pantai sendang biru didominasi oleh kapal-kapal nelayan, karena mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai nelayan.

Sempu sendiri memiliki 2 daerah pariwisata utama yaitu “segara anakan” dan pantai pasir putih [saya lupa namanya]. kami memilh ke segara anakan. segara anakan adalah sebuah pantai yang terkurung didalam pulau dimana air laut masuk melewati celah karang besar.

udah sampai sendang biru, packing lagi, belanja kebutuhan buat 3 hari. nah jangan lupa cari makelar kapal / nelayan yg biasa nyebrangin ke teluk semut. tersirat kabar kalo penyebrangan ke sempu sekarang di samaratakan 100.000/kapal untuk perjalanan sendang biru-sempu-sendang biru. jadi ga perlu nego-nego harga lagi :D.

sebuat point di sebelah utara pulau sempu bernama teluk semut disitulah kami diturunkan. teluk ini jg merupakan starting point kita buat trekking sekitar 1 1/2 jam buat sampai ke segara anakan.

Pantai Sendang Biru

Teluk Semut

1 1/2 jam berlalu. keringat dan rasa capek itu terbayarkan sesaat kami mendengar kencangnya ombak laut selatan menghantam karang-karang keras pulau sempu. dan juga aroma laut yg khas baunya di hidung kami. Sampai di segara anakan “Alhamdulillah” dalam hati bicara, melihat lukisanNya membentang dgn indah..

kami camping disana semalam. kami sangat takjub melihat pemandangan disana. GILA, GOKIL, KEREN. mungkin itu kata-kata yang ga henti-henti kami ucapkan.. pantai pasir putih, bintang yang rapat dan bersinar dimalam hari [planetarium ASLI buatan alam], “padang bulan” [klo kata orang jawa].

|——–Greetz——–|

* Mba Titi-Mas Niam & Keluarga Rumah Pajang >> yang telah memperbolehkan dan memberikan tempat “penginapan” yang sudah seperti kamar kami sendiri.
* Ary Vespa [a.k.a Ary Boker a.k.a Budiaryono Hendrastono] & Keluarga >> yang juga telah memberikan tempat bermalam untuk kami di malang, ThX A LOT brow.
* Pak no’ & crew di Sempu >> atas kapal penyebrangannya.
* Bude-pade & mbah Hardcore Pacitan [ekho Village] >> atas penginapan dan juga Ikan bakarnya. kami telah banyak merepotkan selama kami disana.
* Om di Kedawung & Mbah Markaban [mudah2an ga salah nulis nama] >> yang telah memberikan kami tempat singgah untuk istirahat dan juga pelajaran ilmu pasti ttg Sepeda Ontel. Big Respect For Him.
* Mbah sukijo & Fams [eka klo kata skupe & Delz] >> yang juga atas penginapannya dan konsumsi kami yang teratur pagi,siang,sore,malem ampe gw boker2.. GOKIL..

TETAP JAGA & CINTAI ALAM INDONESIA YANG INDAH INI.

salam.
semoga bermanfaat.

Advertisements

One response

  1. saya memang belum pernah datang langsung ke ” sempu island”, tapi kalau saya lihat dari google map terbayang betapa indahnya pulau tersebut, begitupun pada pantai dan segara anakan nya, dan bila saya amati dari map betapa utuhnya (hutan) flora fauna yang ada disana tanpa ada yang rusak sedikitpun. semoga pulau itu tetap terjaga keindahan dan kekayaan hayatinya (natural 100%) semoga tidak ada tangan jahil yang mncoba merusaknya. amiiiin………….!!!!

    March 21, 2012 at 14:25

Leave your Thought..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s